Dalam operasional logistik dan supply chain, pallet sering dianggap sebagai komponen kecil yang tidak memerlukan banyak pertimbangan. Akibatnya, banyak perusahaan melakukan kesalahan saat memilih pallet, kesalahan yang tampak sepele, namun berdampak besar pada biaya, keselamatan, dan kelancaran operasional.
Artikel ini membahas kesalahan umum perusahaan dalam memilih pallet, agar dapat dihindari sejak awal sebelum menimbulkan risiko di kemudian hari.
1. Terlalu Fokus pada Harga, Mengabaikan Fungsi
Kesalahan paling umum adalah memilih pallet hanya berdasarkan harga termurah.
Padahal, pallet yang murah tetapi tidak sesuai kebutuhan dapat menyebabkan:
-
Kerusakan produk
-
Pallet cepat rusak dan harus sering diganti
-
Biaya operasional meningkat dalam jangka panjang
Dalam supply chain modern, yang perlu diperhitungkan bukan hanya harga beli, tetapi total cost of ownership dari pallet tersebut.
2. Tidak Memahami Beban dan Pola Penggunaan
Banyak perusahaan tidak menghitung dengan tepat:
-
Beban statis
-
Beban dinamis
-
Beban racking
Akibatnya, pallet digunakan di luar kapasitas desainnya. Pallet yang tidak dirancang untuk beban tertentu berisiko:
-
Patah saat diangkat forklift
-
Melengkung saat disimpan di racking
-
Menurunkan stabilitas muatan
Pemahaman teknis dasar ini sangat krusial, terutama bagi tim gudang dan pengadaan.
3. Menggunakan Satu Jenis Pallet untuk Semua Kebutuhan
Tidak semua area operasional memiliki kebutuhan yang sama. Namun, kesalahan umum yang sering terjadi adalah menggunakan satu jenis pallet untuk semua aplikasi, seperti:
-
Gudang
-
Distribusi
-
Ekspor
-
Cold storage
Padahal, setiap kebutuhan memerlukan spesifikasi pallet yang berbeda. Pendekatan “satu pallet untuk semua” sering kali menimbulkan masalah operasional di kemudian hari.
4. Mengabaikan Kesesuaian dengan Sistem Gudang
Pallet harus selaras dengan sistem yang ada, seperti:
-
Forklift
-
Hand pallet
-
Racking system
-
Layout gudang
Kesalahan memilih ukuran atau desain pallet dapat menyebabkan:
-
Pallet tidak muat di racking
-
Forklift sulit mengangkat pallet
-
Risiko kecelakaan kerja meningkat
Pallet yang tepat seharusnya mendukung sistem gudang, bukan justru menjadi sumber masalah.
5. Tidak Memperhatikan Standar dan Regulasi
Untuk kebutuhan tertentu—terutama ekspor—pallet harus memenuhi standar khusus seperti ISPM 15.
Kesalahan yang sering terjadi:
-
Menggunakan pallet non-standar untuk ekspor
-
Tidak memastikan proses heat treatment atau fumigasi
-
Mengabaikan marking dan dokumentasi pallet
Risikonya bukan hanya operasional, tetapi juga penolakan di negara tujuan dan kerugian finansial.
6. Menganggap Pallet sebagai Produk Sekali Pakai
Beberapa perusahaan menganggap pallet sebagai barang habis pakai tanpa nilai strategis. Akibatnya:
-
Tidak ada perencanaan umur pakai pallet
-
Tidak ada SOP inspeksi dan perawatan
-
Tingkat kerusakan pallet tinggi
Padahal, pallet yang dirancang dan dikelola dengan benar bisa digunakan berulang kali dan memberikan efisiensi jangka panjang.
7. Tidak Melibatkan Tim Teknis dalam Pengambilan Keputusan
Keputusan pallet sering hanya diambil oleh tim pengadaan berdasarkan spesifikasi minimal dan harga.
Tanpa melibatkan:
-
Tim gudang
-
Tim operasional
-
Tim HSE
Risiko kesalahan meningkat karena kebutuhan lapangan tidak sepenuhnya terakomodasi. Pemilihan pallet seharusnya menjadi keputusan lintas fungsi, bukan keputusan satu divisi saja.
8. Mengabaikan Konsistensi Kualitas Supplier
Pallet dengan spesifikasi yang sama belum tentu memiliki kualitas yang sama jika:
-
Proses produksi tidak konsisten
-
Kontrol kualitas lemah
-
Bahan baku tidak terstandar
Kesalahan memilih supplier tanpa mempertimbangkan konsistensi kualitas dapat menyebabkan variasi pallet yang mengganggu operasional gudang.
Penutup: Kesalahan Kecil, Dampak Operasional Besar
Kesalahan dalam memilih pallet sering baru terasa ketika masalah sudah terjadi. Dalam supply chain modern, pallet seharusnya diperlakukan sebagai bagian dari sistem logistik, bukan sekadar item pembelian.
Keputusan yang tepat di awal akan:
-
Mengurangi risiko
-
Menekan biaya jangka panjang
-
Menjaga keselamatan dan kelancaran operasional
Pallet yang tepat bukan soal harga, tetapi soal kesesuaian dengan sistem.
Jika pallet sering menimbulkan masalah di operasional Anda, kemungkinan spesifikasinya kurang tepat.
Konsultasikan kebutuhan pallet Anda untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan sistem gudang dan supply chain perusahaan.




